Kepedulian Keselamatan Berkendara

Pagi kemarin, saat sedang menonton siaran Seputar Indonesia di RCTI ada berita yang cukup mengejutkan buat saya, yaitu di daerah Lamongan, Jawa Timur beberapa warga memblokade jalan. Akibatnya terjadi kemacetan yang sangat panjang. Terus yang mengejutkan apanya ya?

Yang mengejutkan adalah alasan warga tersebut melakukan pemblokadean jalan. Alasannya adalah selama seminggu ini telah terjadi kecelakaan sebanyak 5 kali dan penyebab dari kecelakaan tersebut adalah akibat jalan yang rusak. Mereka meminta pemerintah segera membenahi jalan tersebut karena sudah memakan korban.

Setelah terjadi dialog yang alot antara warga dengan pihak Kepolisian, akhirnya warga mengendur setelah pihak Kepolisian menjanjikan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk perbaikan jalan tersebut.

Saya melihat hal tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat setempat terhadap keselamatan di jalan raya karena mereka tidak mau melihat adanya kecelakaan lagi di jalan tersebut. Selain itu, tentu saja, dengan protes gaya mereka akan lebih banyak lagi orang yang berteriak (minimal dari pihak-pihak yang kena imbas macetnya) dan membantu mengalihkan perhatian pihak terkait ke perbaikan jalan tersebut.

Anda mau mencoba hal tersebut untuk jalan-jalan rusak yang banyak memakan korban di area anda? Saya tidak melakukan provokasi ya :)

Bertindak aman untuk hidup yang lebih baik.

Cidera Karena Air Bag

Untuk memberikan perlindungan yang efektif, maka sistem air bag harus mengembang dengan sangat cepat dan segera keluar dari panel instrumen untuk penumpang dan dari setir kemudi untuk pengemudi. Anda tahu berapa kecepatan air bag tersebut mengembang? Kecepatan gas untuk mengembangkan mencapai lebih dari 160 km/jam.

Karena kecepatan yang sangat tinggi tersebut akan memberikan gaya yang sangat besar saat mengembangkan air bag. Gaya yang besar tersebut dapat menyebabkan cidera.

Kebanyakan yang terjadi adalah [Selengkapnya →]

Berapa Lama untuk Berpikir?

Kalau anda sudah baca posting saya sebelumnya tentang proses berkendara, pada saat kita berkendara kita akan selalu “diminta” untuk menangkap informasi, mengidentifikasi, mengambil keputusan kemudian take action atau melakukan pengoperasian.

Tentu saja itu semua membutuhkan waktu, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berpikir? Tiap orang akan berbeda-beda tergantung dengan skill, pengalaman dan pengetahuan masing-masing.

Dan apa jadinya kalau anda membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses berkendara tetapi kecepatan anda tidak memberikan waktu yang cukup untuk berpikir?

Hasilnya kurang lebih akan seperti dalam film ini [Selengkapnya →]

Helm Menghalangi Pandangan dan Pendengaran Pengendara?

Apakah helm anda menghalangi pandangan dan pendengaran anda saat mengendarai sepeda motor? Kalau iya, anda bisa gunakan alasan tersebut pada saat sidang di pengadilan karena tertangkap polisi tidak mengenakan helm :)

Tetapi mungkin anda perlu tahu hal berikut, Department of Transportation (DOT) di U.S. melakukan sebuah penelitian mengenai hal tersebut dan berikut hasilnya :

Helm memberikan kesempatan 29% lebih tinggi bagi pemakainya untuk selamat ketika sepeda motor terlibat dalam kecelakaan. Tetapi muncul [Selengkapnya →]

Merokok Merusak Segalanya

Kalau dalam konteks kesehatan tentu kita sudah tahu banyak kerugian dari merokok. Bahkan kalau anda beli rokok, si produsen sudah “berbaik hati” memberikan peringatan kepada anda bahaya-bahaya dari rokok tersebut :)
“menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”

Kali ini, bahayanya ditambah lagi, [Selengkapnya →]

Baju Tidur Anak

Mungkin selama ini anda tidak mengira bagaimana memilih baju tidur untuk anak yang benar. Mungkin kriteria anda hanyalah nyaman, menyerap keringat, tipis, ringan dsb. Atau mungkin anda tidak membiasakan anak-anak untuk menggunakan baju tidur.

Berikut beberapa kriteria memilih baju tidur yang dapat kita pakai berdasarkan tujuannya :

  1. Material yang dipilih adalah nylon dan polyester karena lebih susah terbakar dan terbakar lebih lambat bila dibandingkan dengan material katun atau campuran katun.
  2. Pilih ukuran baju yang fit atau sesuai dengan ukuran tubuh (tidak terlalu longgar) Hindari tidur dengan menggunakan rok yang berumbai, gombrong, berjuntai yang menyebabkan mudah tersambar api.
  3. Gunakan baju tidur yang tidak menggunakan tali-temali dan aksesoris yang dapat terlepas dari pakaian (misal: dasi, ikat pinggang, selendang) karena beresiko menjerat leher atau kepala anak.
  4. Pastikan kancing baju dan bagian-bagian kecil lainnya tidak terlepas yang mempunyai resiko mencekik.
  5. Bila tidur menggunakan selimut, pastikan tidak ada bagian dari selimut tersebut (misal: benang dll) yang dapat menjerat jemari, menjerat leher anak atau menciderai bagian yang lainnya.

Kenali baju anak yang benar, prediksi potensi bahayanya dan antisipasi..untuk hidup kita yang lebih baik.

Tips Meninggalkan Rumah Saat Mudik

Waktu mudik rumah ngga di bawa khan? Karena rumah yang biasanya kita tinggali harus kita tinggal saat mudik tentunya ada beberapa persiapan yang dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut beberapa tips yang dapat kita lakukan saat meninggalkan rumah untuk mudik.

  1. Lebih baik bila ada orang di rumah yang kita tinggal tersebut. Mungkin saudara atau teman yang dapat kita percaya untuk tinggal sementara waktu di rumah tersebut. Bila tidak ada beberapa tips berikutnya mungkin bisa membantu. [Selengkapnya →]

Traffic Light Tidak Menjamin Anda Aman Melintas

Traffic light yang ada dan terpasang sekarang ini belum menjamin kita semua aman dan terhindar dari kecelakaan lalu-lintas walaupun lampu sudah menyala hijau.

Kenapa bisa seperti itu? pada saat kita berada di jalan raya, tidak semua orang yang menggunakannya patuh terhadap aturan lalu-lintas, sekalipun sebenarnya mereka tahu kalau merah harus berhenti dan hijau boleh berjalan.

Pernah suatu waktu saya berkendara dan melaju saat lampu hijau menyala, ketika sampai di tengah perempatan saya berpapasan dengan kendaraan lain yang datang dari jalur yang traffic light – nya menyala lampu merah. Dan tidak itu saja, dia masih sempat mengumpat ke arah saya “Goblok!!” :)   [Selengkapnya →]

Pengalaman Memprediksi Bahaya

Pada saat kita berkendara, ada satu hal yang mempengaruhi orang ketika, memprediksi bahaya, mengambil keputusan dan mengoperasikan kendaraan, sepeda motor atau mobil, yaitu : PENGALAMAN.

Saya coba berbicara dengan beberapa orang mengenai pengalaman saat berkendara dan melihat sebuah layangan putus.

  1. Biasa saja, tetap berjalan seperti biasa.
  2. Berhenti dan ikut mengejar layangan putus tersebut. Jawaban paling lucu :)
  3. Mengurangi kecepatan, karena khawatir ada anak-anak yang mengejar di belakangnya
  4. Mengurangi kecepatan, menajamkan penglihatan, karena khawatir ada benang layangan yang berbahaya jika mengenai anggota tubuh (khususnya leher), kebetulan adik saya sendiri ini pernah terjerat benang layangan di bagian leher. Atau benang tersebut juga dapat masuk ke dalam roda dan menjerat jari-jari roda.

Dari tulisan diatas terlihat semua orang mempunyai antisipasi sendiri-sendiri berdasarkan pengalamannya masing-masing. Padahal kalau kita lihat sebenarnya potensi bahaya-bahaya tersebut, anak kecil berlari dan benang layangan, bisa menimpa siapa saja tanpa melihat orang itu sudah berpengalaman atau belum.

Semoga dengan sharing ini teman-teman bisa memprediksi bahaya dari “sekedar” layangan putus tanpa harus mengalami potensi bahaya dibaliknya.

Perbanyaklah sharing dengan teman-teman yang pernah mengalami kecelakaan untuk mendapatkan “PENGALAMAN” tanpa harus mengalami potensi bahayanya.

Bertindak aman untuk hidup yang lebih baik.

Tips Pengaman Pintu Penumpang

penutuppintuFoto disebelah adalah foto pada saat saya naik taksi di Suzuka, Jepang. Saya duduk dibelakang bangku pengemudi sambil memangku tas karena bersama 3 orang teman dan masing-masing membawa barang cukup banyak.

Yang menarik adalah mereka memasang penutup untuk kait pembuka pintu khusus untuk pintu di belakang pengemudi (didalam lingkaran). Penutup sebenarnya tidak begitu sulit dilepas, tetapi pesan yang ingin disampaikan adalah lebih baik turun dari pintu penumpang sebelah kiri, karena sebelah kiri adalah tempat yang paling aman (Jepang menganut sistem lalu-lintas jalur kiri sama seperti Indonesia).

Jadi kalau mungkin terbiasa membuka pintu sebelah kanan dan tidak menoleh ke belakang, sehingga beresiko tertabrak dengan kendaraan dari belakang, dapat terhindarkan.

Hal ini dapat kita aplikasikan di mobil kita sebagai pengaman sehingga penumpang selalu turun dari sebelah kiri, terutama untuk anak-anak.

Penutup yang digunakan dapat berupa akrilik atau lakban yang menutup kait pembuka pintu, sehingga tangan tidak dapat masuk ke dalam pengait tersebut dan membuka pintu.

Kenali pintu mobil anda, prediksi potensi bahayanya dan antisipasi..untuk hidup kita yang lebih baik.