Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah mewajibkan para pengemudi dan penumpangnya untuk menggunakan safety belt saat berkendara. Tetapi menurut sebuah survey yang dilakukan oleh The Motor Vehicle Occupant Safety Survey (MVOSS) ditemukan alasan beberapa orang tidak mau menggunakan safety belt. Tetapi jangan dipakai di Indonesia ya
Alasan-alasan tersebut adalah:
- Potensi kecelakaan (menurut mereka) rendah. Misal hanya berkendara dalam jarak dekat atau lalu-lintas sedang sepi.
- Lupa. Hal ini terjadi karena menggunakan safety belt atau sabuk pengaman belum menjadi kebiasaan atau mereka dalam kondisi terburu-buru sehingga lupa mengenakan safety belt.
- Tidak nyaman. Mereka merasa “terikat” dan takut mencekik leher mereka.
- Merusak penampilan. Yang terbiasa tampil dengan baju atau gaun rapi kemudian terjepit sabuk pengaman akan menyebabkan pakaian mereka menjadi tidak halus atau rapi lagi.
- Situasi di dalam mobil. Terkadang bila teman-teman di dalam mobil tidak menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan, membuat enggan untuk menggunakan safety belt.
Walaupun survey tersebut dilakukan di Amerika, tetapi kalau melihat hasilnya, rasanya ketika di Indonesia dilakukan survey mengenai penggunaan safety belt rasanya hasilnya juga akan seperti itu atau lebih buruk
Artikel terkait:





Beri komentar