Tips Perlindungan Anak di Rumah I
Berikut beberapa tips praktis yang memudahkan anda dalam memberikan perlindungan kepada anak ketika di rumah.
- Perhatikan keamanan rumah berdasarkan sudut pandang anak. Lihat setiap sudut rumah anda dengan cara merangkak sekeliling rumah, terutama sudut ruang atau kolong meja, sehingga dapat melihat apa yang dilihat oleh anak. Atau bermain dengan mainan anak-anak, kemudian cari hal-hal yang mempunyai potensi bahaya untuk anak-anak. Semakin besar anak, semakin besar keinginan mereka untuk merasakan, menyentuh dan mencoba semua yang ada. Jadi persiapkan setiap sudut rumah anda berdasarkan sudut pandang anak.
- Banyak terjadi kasus anak yang mengalami keracunan dari obat-obatan atau produk kesehatan lainnya, seperti : lotion anti nyamuk, pelembab kulit, dsb. Simpan obat-obatan dan produk kesehatan lainnya di tempat yang agak tinggi sehingga tidak terjangkau oleh anak.
- Tempatkan benda tajam yang ada di rumah disebuah tempat khusus. Misal : pisau, garpu, gunting, cutter dan mainan lainnya yang berpotensi melukai anak di tempat yang agak tinggi sehingga tidak terjangkau oleh anak-anak.
- Pastikan semua benda berat dan besar yang ditempel di dinding menempel dengan kuat, misal rak buku, rak TV dsb. Ketika anak sudah belajar merangkak maka ketika melihat lemari atau tempat TV yang menarik maka anak-anak akan mulai belajar memanjatnya. Gunakan bracket L untuk memperkuat penempelannya.
- Pasang pagar pembatas pengaman. Pasang pagar pengaman untuk memisahkan antara wilayah bermain anak dan area yang berbahaya untuk mereka. Selain itu juga untuk membatasi binatang peliharaan, yang berpotensi bahaya, agar tidak masuk ke dalam wilayah bermain anak-anak.
- Jangan meninggalkan anak di dekat tempat air yang terisi dengan air. Misal : bath tub atau ember mandi. Sekali si anak bisa masuk kedalamnya dan mereka tidak bisa keluar dari tempat tersebut akan menyebabkan kecelakaan serius. Sekalipun hanya air dengan kedalaman 20 cm, bila anak terjatuh dalam posisi tertelungkup bisa dibayangkan yang akan terjadi. Hal ini terjadi juga pada keponakan saya. Untung masih bisa tertolong, hanya saja si anak menjadi trauma terhadap air hampir 6 bulan lamanya dan selama itu pula hanya mandi bebek atau dengan handuk basah.
Saya akan lanjutkan pada postingan berikutnya untuk tips perlindungan anak di rumah.
Bertindak aman untuk hidup yang lebih baik.
Kata pencarian:
- moto perlindungan anak
- pagar mainan anak
- upaya perlindungan anak pada ketinggian
- agar tidak masuk angin saat renang bagi anak-anak
- mainan bayi pagar
- pagar bermain anak
- pagar pembatas untuk anak merangkak
- perlindungan bayi dan anak
Artikel terkait:






Komentar
Form Komentar