Teknologi Air Bag

Teknologi air bag terus berkembang untuk mendapatkan air bag yang dapat menyesuaikan dengan tingkat tabrakan, ukuran dan postur tubuh penumpang, penggunaan safety belt dan seberapa dekat jarak orang tersebut dengan modul air bag.

Beberapa sistem air bag sudah dilengkapi dengan multi stage inflator, yang akan mengembangkan air bag dengan kecepatan yang disesuaikan dengan jenis tabrakan, mulai dari yang moderat hingga parah.

Sistem tersebut dilengkapi dengan peralatan untuk mendeteksi pengguna mobil yang duduk di di depan air bag. Peralatan tersebut akan mendiagnosa apakah orang dewasa atau anak, apakah safety belt digunakan atau tidak, apakah jaraknya terhadap modul air bag terlalu dekat atau tidak. Berdasarkan informasi tersebut, air bag akan mengembang dalam beberapa tingkat kecepatan menyesuaikan dengan informasi yang didapat. Bahkan memungkinkan hingga perintah agar air bag tidak mengembang.

Perkembangan lainnya adalah air bag di samping (Side Air Bag) yang akan memberikan perlindungan dari tabrakan samping. Posisinya biasanya di letakkan di pintu atau roof rail di atas pintu.

Air bag samping juga dikembangkan agar dapat melindungi kepala dan bagian atas tubuh. Bentuk air bag samping ada 2 yaitu bentuk struktur tubular dan tirai. Air bag samping juga memberikan perlindungan agar tidak terlempar keluar pada saat tabrakan hingga mobil terguling.

Ukuran air bag samping lebih kecil daripada air bag depan sehingga akan mengembang lebih cepat. Apabila berdekatan dengan kepala, leher atau dada akan mengakibatkan resiko cidera. Oleh sebab itu disarankan untuk tidak beristirahat atau bersandar pada pintu yang dilengkapi dengan air bag samping.

Kata pencarian:

  • teknologi air
  • ukuran air bag

Artikel terkait:

  1. Teknologi Keamanan dari Ford
  2. Kapan Air Bag Aktif atau Mengembang?
  3. Air Bag Pada Saat Tabrakan
  4. Sistem Air Bag
  5. Apa Yang Terjadi Setelah Air Bag Mengembang?

Komentar

Form Komentar