26
Jul

Tekanan Angin Ban Kurang. Bahaya?

   Ditulis oleh: admin   dalam kategori Mobil

Pernah dengar sistem monitoring tekanan (angin) ban sebelumnya? Kalau menurut ensiklopedia adalah sistem elektronik yang ditujukan untuk memonitor tekanan angin dalam sebuah ban mobil, pesawat, forklift dan kendaraan lainnya. Sistem ini akan melaporkan secara real time informasi mengenai tekanan angin ban kepada pengendara melalui sebuah ukuran, diagram atau lampu peringatan sederhana saja.

Pernahkah anda melihat sebuah kendaraan yang sedang melaju dengan satu atau lebih bannya dalam kondisi kurang tekanan angin atau ban kempis. Apakah anda ingin memberitahu si pengendara sebelum terjadi bencana atau jika anda yang menjadi driver-nya, apakah anda ingin di beritahu oleh pengendara yang lain.

Kalau Departeman Perhubungan-nya Amerika, Department of Transportation (DOT), sudah meminta pemasangan sistem monitoring tekanan ban di setiap kendaraan penumpang, truk, multi purpose vehicle (MPV) dan bis. Di Indonesia, kayaknya sih belum ada :)

Tekanan ban yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam berkendara sesuai dengan posting saya sebelumnya. Bila tekanan terlalu rendah atau kempis dapat menyebabkan kecelakaan fatal dan banyak kerugiannya.

Ban dibuat dari beberapa lapisan serat dan kawat penguat baja yang dibungkus karet. Jika kita berkendara dalam kondisi ban kempis maka karet ban akan tertarik atau mulur bahkan bisa sampai melewati batas elastis dari struktur serat dan kawat bajanya. Akibatnya adalah ikatan struktur dan kawat akan melemah atau terlepas. Apabila didiamkan, maka struktur ban tersebut akan rusak atau meletus karena tidak dapat menahan tekanan angin yang di terima.

Mungkin anda melihat ban anda belum sampai rusak (sobek, kawat keluar dsb) tetapi bila kondisi ban atau karet sudah tertarik sampai batas elastisnya (karena dikendarai dengan kondisi kempis dalam waktu lama) sesuai dengan teori material bahan maka karet tersebut tidak akan dapat kembali ke bentuk semula dan efeknya adalah anda tambah angin sampai sesuai standarpun tidak akan “menyelamatkan” ban tersebut. Mau tidak mau anda harus mengganti ban tersebut, karena ban tersebut dapat rusak (meletus) sewaktu-waktu.

Pilih mana? Ganti ban baru atau memastikan selalu tekanan angin ban anda sesuai dengan standar. Kalau kendaraan kita di lengkapi dengan sistem monitoring tekanan ban, hmm.. alangkah nikmatnya berkendara tanpa perlu was-was.

Artikel terkait:

  1. Tekanan Angin Ban Mobil Kudu Tepat!!
  2. Sistem Monitoring Tekanan Angin Ban Otomatis
  3. Ban Canggih (Michelin Tweel)

Tag: , , , ,

Beri komentar

Nama (*)
Email (tidak akan dipublikasikan) (*)
Website
Komentar