Emosi Saat Berkendara

Kalau belajar Bahasa Indonesia waktu SMP dulu pasti teringat dengan majas atau gaya bahasa. Salah satunya adalah majas dimana sebuah kata sudah mengalami penyempitan arti. Sebagai contoh beberapa daerah masih ada yang menyebut sepeda motor dengan Honda, sehingga muncul pertanyaan : ‘Hondanya apa? Honda Mio :)

Salah satunya lagi adalah kata EMOSI yang sering diartikan sebagai tindakan atau kondisi yang negatif.

Seperti kita ketahui dan postingan saya sebelumnya, bahwasanya salah satu yang mempengaruhi manusia saat berkendara adalah kondisi emosi. Tetapi emosi disini kembali seperti majas diatas, bukanlah selalu emosi yang negatif seperti marah atau stress dsb tetapi berarti juga emosi yang positif.

Emosi yang positif seperti apa ya? misal : habis jadian sama pacar atau barusan dapat telepon kalau anda di terima kerja di sebuah perusahaan yang anda inginkan.

Kondisi emosi seperti bahagia yang sangat tersebut juga dapat mempengaruhi pengendara saat berkendara. Karena kondisi seperti itu dapat membuat anda menjadi lengah atau turun konsentrasi di jalan. Kenapa konsentrasi jadi turun? karena konsentrasi anda akan banyak tersita memikirkan kabar bahagia tersebut. Betul tidak?

Sharing dengan teman saya, ketika mengabari ibunya bahwa dia diterima kerja, ibunya berpesan hati-hati kalau naik sepeda motor saat menuju perusahaan tersebut. Si ibu merasa si anak pasti akan sangat bahagia dan ditakutkan konsentrasinya akan buyar saat berkendara.

Bertindak aman untuk hidup yang lebih baik.

Kata pencarian:

  • kursi bayi untuk motor mio
  • Bentuk tempat duduk anak buat di motor metik
  • dampak positif artikel larangan telepon sambil berkendara
  • dampak positif berkendara
  • dampak positif berkendara motor
  • emosi berkendara sepeda motor
  • pengaruh emosi saat berkendara