Senjata Makan Tuan
Apa tanggapan teman-teman melihat gambar di bawah ini ?

Mungkin ada yang melihat sebagai hal yang wajar atau tidak ada yang aneh dengan gambar tersebut.
Berdasarkan data POLRI,
- Tahun 2003, angka kecelakaan sepeda motor menunjukkan prosentase 49 % terhadap total kecelakaan lalu-lintas.
- Tahun 2004 dan 2005, angka kecelakaan sepeda motor menunjukkan prosentase 55 % terhadapa total kecelakaan lalu-lintas.
- Tahun 2006 dan 2007, angka kecelakaan sepeda motor menunjukkan prosentase 68 % terhadap total kecelakaan lalu-lintas.
Dari data-data tersebut kita dapat menyimpulkan bahwasanya sepeda motor mempunyai potensi kecelakaan yang sangat besar hampir 70 % dengan kata lain dari 10 kecelakaan yang terjadi, 7 diantaranya adalah sepeda motor dan sisanya bisa angkutan umum, mobil pribadi, kendaraan roda 3 dan kendaraan roda 4 lainnya.
Beberapa waktu yang lalu, bahkan sebuah media nasional menyebutkan dalam headline-nya yaitu sepeda motor sebagai mesin pembunuh no 1.
Potensi kecelakaan sepeda motor yang begitu besar apabila tidak diimbangi dengan perlengkapan berkendara, pengetahuan berkendara dan teknik berkendara dengan benar akan melipatgandakan potensi kecelakaan yang dapat terjadi pada sepeda motor.
Kembali ke gambar anak SMP diatas, kita melihat bahwasanya :
- Orang tuanya mampu untuk membelikan sepeda motor
- Si anak bisa mengendarai sepeda motor, walaupun mungkin sebatas gas, rem dan pindah persneling saja.
- Si anak tidak dibekali dengan pengetahuan keselamatan berkendara yang dapat dilihat dari perlengkapan berkendaranya, tanpa helm, tanpa jaket, tanpa sarung tangan, tanpa kaca spion dsb.
- Postur tubuh si anak SMP belum cukup, sehingga postur berkendaranya belum duduk dengan sempurna.
- Bisa jadi kondisi emosi anak SMP tersebut belum stabil, sehingga mudah sekali untuk memacu kendaraannya karena pengaruh lingkungannya.
Dari berbagai ulasan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwasanya orang tua anak tersebut memiliki uang untuk membeli “senjata” untuk “membunuh” anaknya. Karena seolah-olah tanggung-jawabnya hanya berhenti sampai membelikan sepeda motor, dan tidak menambahkan dengan pengetahuan dan teknik berkendara yang benar. Hal ini yang saya sebut sebagai senjata makan tuan.
Bertindak aman untuk hidup yang lebih baik.
Artikel terkait:





Beri komentar