Motor dan Mudik Bareng Anak
Hari ini, hari masuk terakhir sebelum liburan lebaran. Saya yakin malam ini atau dini hari nanti akan banyak pemudik mulai bergerak menuju kampung halamannya masing-masing bersama keluarga atau sendiri.
Foto seperti disamping (sumber: Harian Suara Karya) pasti akan banyak terlihat di jalanan. Sebenarnya ada potensi bahaya apa di balik itu, terutama pada saat anak duduk di depan.
Saya coba untuk sharing sbb :
- Mungkin pernah dengar berita tentang seorang anak yang meninggal pada saat mudik naik motor dan duduk di depan orang tuanya. Potensi bahaya yang ada adalah sang anak harus menerima terpaan angin dan debu yang cukup besar dan sang anak belum mempunyai kekuatan yang cukup untuk mengadaptasi itu semua.
- Pada saat mengantuk dan kita tidak dapat menahannya tentu kita akan langsung tertidur, apalagi kalau hal itu terjadi pada anak-anak dimana mereka butuh lebih banyak tidur daripada orang dewasa. Besar kemungkinan pada saat perjalanan mereka akan tertidur dan langsung tertidur tanpa menunggu aba-aba. Potensi bahaya yang ada adalah sang anak jatuh tertidur dan melakukan gerakan tiba-tiba, hal ini akan mengganggu proses pengendalian motor. Karena pada umumnya anak berpegangan pada stang kemudi. Terlebih lagi bila hal ini terjadi pada saat berkendara dengan kecepatan tinggi. Resikonya akan makin besar.
Alangkah lebih baik, jika anak yang masih kecil mudik dengan menggunakan kendaraan umum bersama ibunya.
Kenali mudik dengan motor bareng anak yang benar, prediksi potensi bahayanya dan hindari..untuk hidup kita yang lebih baik.
Artikel terkait:






Komentar
Form Komentar