5
Jun

Kesadaran Keselamatan Berkendara

   Ditulis oleh: admin   dalam kategori Umum

Pada suatu hari, ada seorang penumpang yang akan naik jasa ojek menuju Terminal Rawamangun, Jakarta dari kawasan industri Pulogadung. Sebelum naik ojek tersebut dia bertanya, “Helmnya mana bang ?”. Anda tahu jawaban apa yang diberikan oleh tukang ojek tersebut?. “Emang mau jatuh ?”, tanya si tukang ojek.

Seandainya kita bisa memilih sesuai kehendak kita apa yang akan terjadi di jalan tentu saja pertanyaan “emang mau jatuh” tersebut relevan untuk di ajukan. Yang menjadi masalah adalah kondisi dan apa yang akan terjadi di jalan tidak bisa kita tentukan sendiri. Dari sini saya melihat bahwasanya tukang ojek tersebut belum menyadari mengenai keselamatan berkendara di jalan raya.

Menurut data WHO, pada tahun 1990, kecelakaan lalu-lintas menempati rangking 9 di dunia sebagai penyebab kematian, dan apabila tidak ada perubahan dalam 3 faktor penentu kecelakaan (manusia, kendaraan dan lingkungan) maka di prediksi di tahun 2020, kecelakaan lalu-lintas akan menjadi penyebab kematian no. 3, mengalahkan perang, AIDS, TBC dll.

Kematian akibat kecelakaan lalu-lintas terjadi secara silent sehingga banyak orang tidak menyadari mengenai bahayanya. Kebanyakan orang hanya melihat dari jumlah korban yang besar pada saat yang sangat singkat misal flu burung, flu babi, dsb. Padahal kalau kita hitung secara akumulasi dalam satu tahun, kedua penyakit tersebut tidak masuk ke dalam 10 besar penyebab kematian.

Berbeda dengan kecelakaan lalu-lintas yang korbannya sedikit tetapi terjadi terus menerus dalam rentang waktu yang tidak terbatas. Sehingga tidak terlihat, tetapi ketika di akumulasi dalam satu tahun maka jumlahnya akan mencengangkan. Maka kecelakaan lalu-lintas sering disebut juga sebagai silent disaster.

Menurut data kecelakaan yang dilaporkan ke Mabes Polri ada beberapa hal yang cukup mencengangkan setelah data tersebut diolah, yaitu :

  1. Tiap 1 jam, terjadi 10 kecelakaan lalu-lintas
  2. Tiap 30 menit, 1 orang mati karena kecelakaan lalu-lintas
  3. Tiap 15 menit, 1 orang terluka parah karena kecelakaan lalu-lintas
  4. Tiap 10 menit, 1 orang teluka ringan karena kecelakaan lalu-lintas

Setelah anda melihat data tersebut mungkin bisa dibayangkan betapa berbahayanya berlalu-lintas di jalan raya. Bila anda menyadari hal tersebut, mulailah berubah saat berada di jalan raya dengan mobil, motor atau yang lainnya, mulai dari perlengkapan berkendara, teknik berkendara, kesiapan kendaraan hingga menaati peraturan lalu-lintas dan menghormati sesama pengguna jalan.

Bertindak aman untuk hidup yang lebih baik.

Artikel terkait:

  1. Kepedulian Keselamatan Berkendara
  2. Handphone dan Keselamatan Berkendara
  3. Polisi Peduli Keselamatan Lalu-Lintas
  4. Perempuan, Sepeda Motor dan Keselamatan Berkendara
  5. Proses Berkendara

Tag: , , , , ,

Beri komentar

Nama (*)
Email (tidak akan dipublikasikan) (*)
Website
Komentar