Apakah anda wanita hamil? kalau iya, tentu anda mengalami kebingungan pada saat akan mengendarai mobil. Pada saat mengendarai mobil, di wajibkan untuk menggunakan safety belt tetapi disisi lain, kondisi tubuh sedang hamil yang menganggu saat menggunakan safety belt.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mark D. Pearlman M., wakil dekan Jurusan Kebidanan dan Ginekologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat University of Michigan, disampaikan bahwa ibu hamil tetap harus menggunakan safety belt atau seat belt.
Hanya saja karena ini menyangkut ibu hamil dimana, posturnya sangat berbeda bila dibandingkan dalam kondisi tidak hamil, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
- Disarankan tidak menyetir sendiri, tetapi bila harus menyetir sendiri, berikan ruang aman antara perut dan roda kemudi dengan cara menyetel roda kemudi mengarah ke dada dan bukan ke kepala sehingga dapat memberikan ruangan tambahan bagi perut.
- Menggunakan seat belt dengan tiga titik, dengan melingkarkan belt horizontal di bawah perut dan belt vertikal diatas perut (tidak berada di depan perut)
- Bila ada air bag, biarkan tetap beroperasional.
- Berikan ruang semaksimal mungkin antara perut dan dashboard.
- Perhatikan selimut yang biasanya digunakan, jangan sampai menganggu fungsi seat belt.
- Hindari berkendara pada kondisi yang tidak kondusif, seperti hujan deras atau jalan licin dsb
Untuk ibu hami yang harus atau wajib berkendara, lebih baik memperhatikan penggunaan seat belt tersebut, tetapi bila memungkinkan ya jalan-jalan di sekitar rumah saja
Artikel terkait:
- Boleh Tidak Pake Safety Belt?
- Seat Belt pada Kursi Penumpang Belakang
- Safety Belt lagi
- Tips Menggunakan Sabuk Keselamatan
- Sabuk Keselamatan dan UU 22 tahun 2009
Tag: hamil, Ibu, sabuk keselamatan, sabuk pengaman, safety belt, seat belt, tips, wanita





Beri komentar