Anak dan Kolam Ikan
Beberapa hari yang lalu, saya membaca berita mengenai kematian seorang anak di dalam kolam ikan di sebuah koran kriminal yang cukup terkenal di Jakarta.
Disitu diceritakan bahwasanya anak ditinggal sendiri bermain di dekat kolam ikan dan ibunya sedang berada di dapur. Ketika si ibu kembali ke depan (kolam ikan) dia menemukan anaknya telah tewas di dalam kolam tersebut.
HalĀ ini mengingatkan saya pada saat saya masih berumur dibawah lima tahun, persisnya lupa. Ketika itu, seingat saya, saya sedang bermain di kolam ikan di depan rumah dan ibu saya kebetulan memang sedang di dapur. Kemudian di dalam kolam tersebut ada sesuatu yang menarik saya yang membuat saya berjongkok di tepi kolam tersebut dan berusaha mengambil sesuatu di kolam tersebut.
Kolam ikan saya berukuran kurang lebih 1 x 2 meter dan kedalamannya tidak sampai lutut orang dewasa, sekitar 30 cm dengan patung penghias (air mancur) di tengah kolam.
Tiba-tiba, saya sudah tidur di kamar tidur orang tua saya dan ibu saya berusaha menyadarkan saya. Mungkin si anak yang meninggal tadi mengalami hal yang sama seperti saya, yaitu : berada di tepi kolam, kemudian tercebur ke dalam kolam tersebut dan pingsan. Sehingga si anak tidak bisa meminta tolong kepada ibunya dan berada dalam posisi tenggelam. Bila tenggelam terlalu lama tentu saja beresiko kematian.
Dari sini mungkin kita belajar pentingnya:
- Memposisikan anak dengan aman, jauh dari tempat-tempat yang berpotensi bahaya seperti kolam, tangga, sumber listrik, penyimpanan produk-produk kimia dsb
- Kontrol secara teratur keberadaan si anak dalam rentang waktu yang tidak terlalu jauh.
Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan pada anak. Bertindak aman untuk hidup yang lebih baik.
Kata pencarian:
- kolam ikan aman untuk anak
- bermain dan kecelakaan pada anak
- kolam ikan mainan anak
Artikel terkait:






Komentar
Form Komentar